Jakarta — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus dinilai menjadi pukulan keras bagi kondisi demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia. Namun, di tengah tekanan tersebut, kalangan aktivis menegaskan tidak akan mundur dalam memperjuangkan keadilan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, Mike Verawati Tangka, dalam podcast Roemah Palapa bertajuk “Ujian Keadilan di Balik Teror Air Keras”.
Mike menilai bahwa tekanan terhadap aktivis, bahkan hingga tindakan kekerasan di luar hukum, merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi demokrasi. Meski demikian, ia memastikan bahwa hal tersebut tidak akan menghentikan perjuangan masyarakat sipil.
“Kami aktivis, kami masyarakat sipil, tidak pernah takut. Kasus Andrie memang mengecewakan dan memukul kita semua, tapi tidak memukul perjuangan kami. Kami akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa peristiwa yang menimpa Andrie Yunus justru menjadi penguat bagi gerakan masyarakat sipil untuk terus mengawal isu-isu pelanggaran HAM dan kebebasan berekspresi.
Dalam kesempatan tersebut, Mike juga menyampaikan pesan kepada Kepolisian Republik Indonesia agar menjalankan proses hukum secara profesional dan berpihak pada kepentingan publik.
“Kepolisian harus menjalankan tugas ini dengan itikad baik, berlandaskan kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.
Menurutnya, pengungkapan kasus ini secara transparan dan tuntas akan menjadi langkah penting dalam memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Ini momentum bagi kepolisian untuk membuktikan bahwa mereka masih menjadi institusi yang bisa diandalkan dalam menegakkan keadilan dan hukum di Indonesia,” tambah Mike.
Kasus Andrie Yunus kini tidak hanya menjadi sorotan sebagai tindak kekerasan terhadap individu, tetapi juga sebagai indikator kondisi demokrasi dan perlindungan terhadap pembela HAM di tanah air.
Sejumlah kalangan menilai, keberanian masyarakat sipil dalam menyuarakan keadilan akan terus menjadi faktor penting dalam menjaga ruang demokrasi tetap hidup di tengah berbagai tekanan.
